Kamis, 13 Desember 2012


MALING (marketing keliling)
Maling atau marketing keliling merupakan acara program kerja IT TELKOM. Yang isinya berisi membahas marketing dan sharing program kerja  IMA Sc se Bandung. Acara ini dihadiri IMA Sc Widyatama, IT TELKOM, IM TELKOM dan POLTEK POS. Anggota IMA Sc UTAMA yng hadir adalah saya Dienni, Bonny,  Reynaldi, Salman, Irza, Linda Moch.Rizki dan Febby  Sekitar 60 orang yang hadir di acara tersebut perwakilan dari setiap Sc. Acara ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 9 Desember 2012 jam 10.00- 14.00 di Bober Tropicana Bandung.
Rangkaian acara di mulai dengan acara perkenalan anggota dari setiap Student chapter Sc. Kemudian dilanjutkan persentasi dari enterpreneur muda owner footwear dengan brand amble yaitu mas Adit, yang kebetulan mas Adit sendiri merupakan alumni dari fakultas bisnis manajemen universitas widyatama tahun 2011. Beliau sharing mengenai awal berbisnis  tahun 2009 dengan modal pas-pasan dan kesukaannya terhadap produk sepatu luar, yang bagus tetapi terhalang oleh harga yang mahal, mas aditpun ber inisiatif membuat bisnis sepatu dengan sentuhan sepatu lokal dengan taste international.  Pemasaran yang dilakukan melalui online saja. Karena dianggap efektif dan efisien. Mas adit  sampai sekarang bisa mengembangkan pangsa pasarnya sampai ke singapore dan malaysia. Karena positioning yang jelas dari produknya tersebut bercita rasa international, selain itu pemasaran sepatu amble ini sudah merambah ke advertising koran dan baligo, dan video di yutube dengan menggunakan model bule. Agar semakin menanamkan kebenak konsumen bahwa sepatu yang diproduksinya merupakan sepatu taste international tentunya.
Kutipan yang saya ingat pada saat mas Adit melakukan persentasi adalah kita harus punya DREAM+BELIVE+ACTION untuk mencapai segala impian kita begitupun dengan berbisnis dan menjadi seorang marketeer.
Acara selanjutnya adalah giliran mas Theo owner dari Bober sendiri yang memberikan persentasi atau sharing ilmu mengenai bisnis bober cafe nya yang sangat digandrungi anak muda saat ini. Yaaa konsep feels like home yang di terapkan bober dan juga tempat nongkrong anak muda banget ternyata menjadi kunci sukses bober dalam menentukan segmen dan target pasar sehingga bober mempunyai positioning cafe tempat nongkrong dan gaul anak muda. Selain itu konsep experiential marketing yang diterapkan bober sangan ngena ke pelanggannya, seperti dari indra mata melihat suasana tempat, bunyi blender, musik bau-bauan dan feel merasa dirumah  juga banyaknya event event yang diadakan disana seperti music standup comedy dll, menambah betah konsumen berlama-lama disama. Hal tersebut adalah bukti kesuksesan bober dalam menggaet target marketnya.

 Tetapi dibalik kesuksesannya ada kelemahan yang dimiliki bober yaitu penjualan disetiap cabang bober yang tidak stabil bahkan membuat rugi perusahaan. Yaitu cabang bober plamber jl.setiabudi. mas theo menyebutkan bahwa di cabang itu bober rugi ratusan juta. Kemudian di cabang bober tripicana jl.sumatra mminim pengunjung. Nah dari masalah tersebut kami anggota IMA sc dibagi menjadi 5 kelompok berusaha memberikan solusi dari masalah tersebut berkenaan dengan makanan, kebersihan dan layout  dan bagaimana untuk mendiferensiasi bober dari setiap cabang. Satu kelompok terdiri dari 10 orang yang hasil dari diskusi akan dipersentasikan oleh perwakilannya satu orang. Dan kebetulan satya dari kelompok 3 menjadi perwakilan dari yang mempersentasikan hasil diskusi tadi.
Saya tak menyangka sambutan nya pada saat saya menyampaikan hasil diskusi kami mendapat pujian dan tepuk tangan yang meriah dari mas theo dan tamu IMA Sc pada saat itu. Karena saya menyarankan agar lebih diperbanyak camilan karena berdasarkan dari positioningnya tempat nongkrong dengan target youth dan harga sesuai dengan kantong anak muda. Kemudian masalah kebersihan yang sangat terbengkalai, mas theo menyatakan hal tersebut dibuat sengaja agar konsumen merasa dirumah sendiri dan bebas beraktifitas jadi tidak terlalu bersih, malah ke hitung kurang bersih untuk ukuran cafe. Kelompok kami menyarankan bahwa pergeseran perilaku konsumen saat ini  lebih sadar lingkungan dan kesehatan hal tersebut dinyatakan oleh  yuswohady dalam bukunya consumer 3000.  secara otomatis apabila hal tersebut dibiarkan maka akan berdampak buruk pada bober cafe dimasa yang akan datang. Kemudian kami membuat positioning dari setiap cabang yaitu bober riau adalah tempat lebih kepada nongkrong anak muda, bober tropicana lebih ke event-event besar meeting, pesta nobar dsb dikarenakan tempatnya yang luas dan suasan Food court dengan berbagai macam pilihan kuliner. Dan untuk bober plamber adalah disamakan positioningnya dengan bober riau karena ukuran tempatnya yang sama dengan memperbesar area sirkulasi udara agar tidak pengap dan bau asap rokok.

 Itulah sepenggal pengalaman saya pada saat menikuti acara maling. Sungguh menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan dalam menganalisis. Keren acaranya.

By: Dienni Sahiraliani


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar