Kamis, 13 Desember 2012


Astra berbagi Ilmu

 Pada tanggal 2 Desember 2012 sekitar jam 09.00 WIB, di aula barat ITB berlangsung acara seminar Astra berbagi ilmu, yang  merupakan salah satu kegiatan csr atra dalam rangka ulang tahun astra yang ke 55 tahun. Astra membuat perayaaan ulang tahun nya dengan 5 kegiatan crs yang luar biasa bertema  55.000 jam SATU UNTUK INDONESIA mulai dari astra berbagi ilmu yaitu acara kunjung astra pada kampus-kampus di kota-kota besar di Indonesia,kemudian astra peduli lingkungan, kesehatan sampai memberikan pelatihan kepada UMKM. Acara yang saya ikuti adalah astra berbagi ilmu sesuai backgraund saya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang harus bersiap-siap untuk bekerja acara astra berbagi ilmu ini baik untuk mendapatkan masukan dan informasi kedepannya bagi saya. Acara ini yang berisi seminar dan sharing ilmu tips-and trik mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan apa yang harus dipertimbangkan apabila ingin bekrja di astra.  Ya seperti  yang di katakan oleh bapak Witjung dari  Human Resouce Astra International.  Bahwa secara garis besar ada 2 faktor yang menentukan kemungkinan keberhasilan seseorang dalam mencapai target karir diperusahaan atau saat seseorang masuk perusahaan tertentu, yaitu:

1.       Faktor internal
a.       Passion Internal
b.      Kemampuan dasar (potential /IQ)
c.       Kompetensi (teknis dan non teknis /soft)
d.      Pengenalan diri (SWOT)

2.       Faktor external
a.       Ketersediaan target karir/ posisi yang dibidik dilingkungan
b.      Informasi yang lengkap tentang target karir/posisi
c.       Informasi tentang pesaing
d.      Tahapan proses seleksi

 

Jadi beliau mengungkapkan tidak hanya passion saja yang penting dalam bekerja, karena passion hanya bagian kecil dari beberapa banyak persyaratan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesui dengan apa yang kita harapkan. Beliau juga bercerita bagaimana Astra memberikan program-program trainning bagi fresh graduate untuk menjadikannya siap kerja, kemudian program development lainnya yang merupakan program karir jangka panjang apabila karyawan berprestasi di Astra.  Selain itu beliau sharing bagaimana cara kerja di astra dan bagaimana tahapan tes kerja di Astra. Beliau juga menyatakan ada sistem yang namanya cara kerja ektif dan efisien di astra, karena satu kesalahan karyawan merupakan cost bagi perusahaan. Beliau juga  bersedia mengajari cara kerja tanpa efektif dan efisien dengan datang ke kampus untuk memberikan pelatihan gratis selama 2 hari.  Wow  sungguh luar biasa membuat saya semakin tertarik untuk menjadi salah satu bagian dari AI Astra International.

 Selain sharing ilmu dari bapa witjung, direktur astra suransi buanapun ikut memberikan materi yaitu mengenai bagaimana Astra dan culture di astra. Dengan salah satunya excelent coorporate character culture, business kedua commited to employee development dan ke tiga matches your talent and passion. Attitude dari kryawan Astra harus memiliki karakter  Humility,opennes,courage,creativity,dan memahami orang lain.

Sesi tanya jawabpun berlangsung, setelah sesi tanya jawab. Kamudian para karyawan astra berbaur dengan kami untuk mau membagikan ilmu tentang duia kerja terutama di astra. Setelah itu games yang menantang pengetahuan juga fisik. Sunggu menyenagkan acara seperti ini saya mendapatkan ilmu, teman baru, informasi juga pengalaman. Nice trimakasih Astra.

 

 

pengalaman FMI Forum Manajemen Indonesia



FMI adalah sebuah forum manajemen indonesia yang rangkaian acaranya berisi tentang hasil-hasil penelitian para dosen ataupun mahasiswa yang dibuat menjadi sebuah prosiding yang kemudian akan dipersentasikan hasilnya, acara ini diselenggarakan pada tanggal 13-14 november 2012 di hotel Inna Garuda Yogyakarta.
Tahap awal saya mengikuti acara ini adalah dengan mengirimkan abstrak penelitian terlebih dahulu, kemudian, hasilnya abstrak saya diterima yang akhirnya di ikuti full paper dengan judul pengaruh kepercayaan pada merek dan kepuasaan merek terhadap loyalitas merek studi kasus Blackberry yang saya buat bersama rekan saya Yuddy Saputra. Setelah full paper dan segala biaya administrasi selesai. Tanggal 12 november malam saya selaku mahasiswa beserta 14 dosen berangkat ke Yogyakarta.
Setibanya di yogyakarta hari pertama tanggal 13 november berlangsung  seminar utama dari Profesor Brenda asal Australia dan konsultan-konsultan bisnis membahas ‘’ Indonesia Family Bussiness Sustainbility’’



Mrs. Brenda yang sedang presentasi tentang family bisnis di Australia dan bagaimana dengan di Indonesia.









Dinner bersama para Dosen Universitas Widyatama



Hari ke 2 tanggal 14 november 2012 berlangsung acara persentasi dari setiap pemakalah. Perasaan nervous, malu, takut, senang dan excited  semua campur aduk saat saya akan menghadapi persentasi pertama saya dihadapan audiens yang kebayakan dosen, (serasa sidang terbuka). Karena setelah saya persentasi salah seorang audiens yang merupakan profesor beliau memberikan pertanyaan pada saya atas hasil presentasi saya yang menurutnya teknik pengambilan samplingnya salah juga membaca statistik yang salah, tetapi beliau juga memberikan saran untuk penelitian kedepannya. Beliau memaklumi bahwa saya masih mahasiswa. Dan saya mendapatkan banyak sekali ilmu juga pengalaman, bagaimana membuat penelitian yang baik, dengan metode, teknik, penentuan variabel yang tepat. Selain itu saya juga diberikan saran untuk skripsi saya nntinya. Nice experience.

Pada saat saya persentasi paper yang berjudul pengaruh kepercayaan pada merek dan kepuasaan merek terhada loyalitas merek ( studi kasus Blackberry).

diskusi dengan Mrs. Brenda

Itulah sepenggal pengalaman yang saya rasakan pada saat mengikuti FMI 2012. Sungguh membuat saya terdorong untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dan membuat diri saya lebih bernilai dengan menambah banyak pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki untuk bekal di masa depan dan mewujudkan cita-cita saya sebagai seorang CMO chief marketing officer di sebuah perusahaan multi national. aamiin

MALING (marketing keliling)
Maling atau marketing keliling merupakan acara program kerja IT TELKOM. Yang isinya berisi membahas marketing dan sharing program kerja  IMA Sc se Bandung. Acara ini dihadiri IMA Sc Widyatama, IT TELKOM, IM TELKOM dan POLTEK POS. Anggota IMA Sc UTAMA yng hadir adalah saya Dienni, Bonny,  Reynaldi, Salman, Irza, Linda Moch.Rizki dan Febby  Sekitar 60 orang yang hadir di acara tersebut perwakilan dari setiap Sc. Acara ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 9 Desember 2012 jam 10.00- 14.00 di Bober Tropicana Bandung.
Rangkaian acara di mulai dengan acara perkenalan anggota dari setiap Student chapter Sc. Kemudian dilanjutkan persentasi dari enterpreneur muda owner footwear dengan brand amble yaitu mas Adit, yang kebetulan mas Adit sendiri merupakan alumni dari fakultas bisnis manajemen universitas widyatama tahun 2011. Beliau sharing mengenai awal berbisnis  tahun 2009 dengan modal pas-pasan dan kesukaannya terhadap produk sepatu luar, yang bagus tetapi terhalang oleh harga yang mahal, mas aditpun ber inisiatif membuat bisnis sepatu dengan sentuhan sepatu lokal dengan taste international.  Pemasaran yang dilakukan melalui online saja. Karena dianggap efektif dan efisien. Mas adit  sampai sekarang bisa mengembangkan pangsa pasarnya sampai ke singapore dan malaysia. Karena positioning yang jelas dari produknya tersebut bercita rasa international, selain itu pemasaran sepatu amble ini sudah merambah ke advertising koran dan baligo, dan video di yutube dengan menggunakan model bule. Agar semakin menanamkan kebenak konsumen bahwa sepatu yang diproduksinya merupakan sepatu taste international tentunya.
Kutipan yang saya ingat pada saat mas Adit melakukan persentasi adalah kita harus punya DREAM+BELIVE+ACTION untuk mencapai segala impian kita begitupun dengan berbisnis dan menjadi seorang marketeer.
Acara selanjutnya adalah giliran mas Theo owner dari Bober sendiri yang memberikan persentasi atau sharing ilmu mengenai bisnis bober cafe nya yang sangat digandrungi anak muda saat ini. Yaaa konsep feels like home yang di terapkan bober dan juga tempat nongkrong anak muda banget ternyata menjadi kunci sukses bober dalam menentukan segmen dan target pasar sehingga bober mempunyai positioning cafe tempat nongkrong dan gaul anak muda. Selain itu konsep experiential marketing yang diterapkan bober sangan ngena ke pelanggannya, seperti dari indra mata melihat suasana tempat, bunyi blender, musik bau-bauan dan feel merasa dirumah  juga banyaknya event event yang diadakan disana seperti music standup comedy dll, menambah betah konsumen berlama-lama disama. Hal tersebut adalah bukti kesuksesan bober dalam menggaet target marketnya.

 Tetapi dibalik kesuksesannya ada kelemahan yang dimiliki bober yaitu penjualan disetiap cabang bober yang tidak stabil bahkan membuat rugi perusahaan. Yaitu cabang bober plamber jl.setiabudi. mas theo menyebutkan bahwa di cabang itu bober rugi ratusan juta. Kemudian di cabang bober tripicana jl.sumatra mminim pengunjung. Nah dari masalah tersebut kami anggota IMA sc dibagi menjadi 5 kelompok berusaha memberikan solusi dari masalah tersebut berkenaan dengan makanan, kebersihan dan layout  dan bagaimana untuk mendiferensiasi bober dari setiap cabang. Satu kelompok terdiri dari 10 orang yang hasil dari diskusi akan dipersentasikan oleh perwakilannya satu orang. Dan kebetulan satya dari kelompok 3 menjadi perwakilan dari yang mempersentasikan hasil diskusi tadi.
Saya tak menyangka sambutan nya pada saat saya menyampaikan hasil diskusi kami mendapat pujian dan tepuk tangan yang meriah dari mas theo dan tamu IMA Sc pada saat itu. Karena saya menyarankan agar lebih diperbanyak camilan karena berdasarkan dari positioningnya tempat nongkrong dengan target youth dan harga sesuai dengan kantong anak muda. Kemudian masalah kebersihan yang sangat terbengkalai, mas theo menyatakan hal tersebut dibuat sengaja agar konsumen merasa dirumah sendiri dan bebas beraktifitas jadi tidak terlalu bersih, malah ke hitung kurang bersih untuk ukuran cafe. Kelompok kami menyarankan bahwa pergeseran perilaku konsumen saat ini  lebih sadar lingkungan dan kesehatan hal tersebut dinyatakan oleh  yuswohady dalam bukunya consumer 3000.  secara otomatis apabila hal tersebut dibiarkan maka akan berdampak buruk pada bober cafe dimasa yang akan datang. Kemudian kami membuat positioning dari setiap cabang yaitu bober riau adalah tempat lebih kepada nongkrong anak muda, bober tropicana lebih ke event-event besar meeting, pesta nobar dsb dikarenakan tempatnya yang luas dan suasan Food court dengan berbagai macam pilihan kuliner. Dan untuk bober plamber adalah disamakan positioningnya dengan bober riau karena ukuran tempatnya yang sama dengan memperbesar area sirkulasi udara agar tidak pengap dan bau asap rokok.

 Itulah sepenggal pengalaman saya pada saat menikuti acara maling. Sungguh menambah pengetahuan dan mengasah kemampuan dalam menganalisis. Keren acaranya.

By: Dienni Sahiraliani